Ini Dia Review Film Dear Nathan

Ini Dia Review Film Dear Nathan

Ini Dia Review Film Dear Nathan

RockAndRaaga. – Ini Dia Review Film Dear Nathan Film Dear Nathan ini dirilis pada 23 maret 2017 yang telah memiliki banyak pujian di beberapa blogger Film di Indonesia. Selain itu karena daya magis yang dibuat oleh Indra Gunawan sebagai sutradara serta Bagus Bramanti yang menjadi penulis skenario dalam film ini. Standding applause pun disematkan kepada pemeran utama film ini, yaitu Jefri Nichol sebagai pemeran Nathan. Secara keseluruhan aktingnya pun sangat memikat dan sangat baik dalam membawa emosional penonton dalam menonton film ini.

Film ini secara jelas telah menggambarkan adaptasi dari sebuah novel best seller remaja ke film dengan judul yang sama. hal ini pun diperjelas dengan alur cerita yang memiliki kesamaan dengan novelnya, meskipun beberapa bagian dihilangkan dari versi novelnya. Banyak yang telah mengatakan bahwa novelnya ini kurang bagus dengan review serta komentar yang ada.

Dengan adanya sebuah daya imajinasi sang sutradara dan penulis skenario yang handal, pada review film ini dapat diperhitungkan pada tema percintaan remaja di Indonesia. Pembukaan film yang telah menarik dalam 15 menit awal ini seakan tidak memperbolehkan mata penonton untuk beralih dari layar. Apalagi saat di iringi dengan musik grup band hivi yang ceria.

Pada awal film Dear Nathan ini sebenarnya telah menuai berbagai kritik tanpa di sadari. Mulai dari terlambat masuk sekolah dengan alih-alih ingin tetap terus menimba ilmu. Serta membuat Nathan membantu Salma (Amanda Rawles) untuk dapat memanjat ke dalam sekolah menaiki tangga untuk melewati dinding sekolah. Tentu hal ini yang harus dicerna lebih dalam oleh penonton terutama usia muda untuk dapat mengambil kesimpulan bahwa tidak perlu menaiki sebuah dinding apabila dapat bangun lebih pagi agar dapat berangkat ke sekolah.

Pada review Film ini cerita dengan karakter anak yang nakal dan pintar sebenarnya dapat menjadi klise, apabila tidak dibalut dengan isi cerita yang menarik. Para pemeran pendukung pun dapat di buat memiliki karakter yang cukup kuat tetapi tidak akan menutupi dari pada pemeran utama. Kehadiran cameo pada film ini Surya Saputra sebagai Ayah Nathan pun turut mendorong film ini menarik untuk disaksikan. Peran sutradara serta penulis skenario yang sekali lagi layak diberikan pujian.

Selain Itu juga pada bagian awal yang menuai kritik, perkelahian pun hadir sebenarnya juga menghadirkan kritik. Pada usia yang remaja tidak seharusnya berkelahi dengan sesama apalagi dengan usia yang lebih tua, tujuannya dari pada adegan perkelahian ini sebenarnya untuk penguatan karakter Nathan yang merupakan anak nakal. Kecerdasan penonton pun memang sangat diperlukan dalam menyaksikan setiap film yang ada.

Secara keseluruhan pada review film Dear Nathan ini sangat bagus dengan tema percintaan remaja yang dihadirkan. Cukup menarik serta plot yang dihadirkan membuat cukup penasaran dan tidak membuat bosan para penontonnya. Akting dari para pemainnya pun sudah dirasa mendukung film ini untuk menarik disaksikan. Film Dear Nathan yang telah memiliki cerita unik dan orisinil tidak meniru film lainnya membuat nilai tambah pada film ini. Yang membuat film ini kurang baik yaitu saat sikap terlambat Nathan dan Salma pada awal dan juga akhir pada adegannya.

Selain dari pada karakter Nathan yang diperankan cocok dengan tipikal wajah Jefri Nichol yang sangat bad boy dan juga cool yang sangat layak diberikan pujian. Tidak terlepas dari lawan mainnya yaitu Amanda Rawles yang memerankan Salma, memiliki mimik wajah sesuai dengan yang diperankannya yaitu plin-plan serta lugu dan juga pintar. Pemilihan cast pun layak untuk diberikan pujian dengan karakter pendukung yang lain cukup sesuai dan bagus.

Pada review film ini memang sangat layak untuk ditonton dan di perhitungkan dalam dunia perfilman Indonesia yaitu dengan tema percintaan remaja. Akan tetapi beberapa adegan yang seharusnya dapat lebih dipoles supaya terlihat lebih sesuai dengan sebuah kenyataannya. Dan tidak melanggar aturan yang telah berlaku walaupun pada pesan moral pada film ini cukup bagus dan terlihat menonjol. Pada akhirnya membuat menonton dengan mudah menghasilkan kesimpulan saat menyaksikan film ini.

Dengan berkembangnya sebuah dunia perfilman Indonesia ini tentu diharapkan mampu terus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Serta tidak kalah saing dengan film luar yang masuk ke Indonesia. Orisinilitas pada film Indonesia yang dihadirkan dengan cara yang unik dan menarik pun sesuai dengan keadaan Indonesia. Hal tersebut merupakan nilai tambah yang baik dalam menarik dan mendorong penonton supaya tidak merasa menyesal bermain Poker online dalam menyaksikan film Indonesia sendiri. Demikian review film Dear Nathan yang bisa kami tuliskan. Selebihnya kamu pasti dapat menilai sendiri gimana film tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat buat kamu.